Minggu, 18 November 2012

Akhlak Tasawuf

-->

KATA PENGANTAR


Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya yang tak terhingga, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan resensi buku yang berjudul “Akhlak Tasawuf” dan tidak lupa pula Shalawat serta Salam tercurahkan kepada jungjungan Nabi besar kita  Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya.
Dalam penyusunan resensi buku ini, penulis menyadari telah melibatkan banyak pihak turut serta berpartisipasi baik langsung maupun tidaklangsung. Partisipasi yang membawa adil dalam penulisan ini berupa bimbingan, notivasi maupun materiyang tiada ternilai  harganya bagipenulis. Guna menghargai seluruh kontribusi yang telah diberikan pihak-pihak yang terkait. Sudah selayaknya penulis menyampaikanterimakasih sedalam-dalamnya kepada :
1.       Bapak Hamdani selaku dosen mata kuliah Akhlak Tasawuf
2.       Perpustakaan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai tempat dimana saya mencari buku yang ingin saya resensi tersebut.
3.       Orang tua yang selalu mendukung saya dari belakang menuju kesuksesan saya.
Apabila terdapat kekurangan dan kelebihan dalam penulisan resensi buku ini mohon dimaafkan. Semoga buku ini dapat membuka cakrawala yang lebih luas bagi pembacaserta menambah pengetahuandan semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Amin.


                                                                                                                                Jakarta, 10 Oktober 2012

                  Penyusun  

                                            Syifa Ismalia

Judul Buku          : Akhlak Tasawuf
Penggarang         : Prof.Dr.H.Abuddin Nata, MA
Penerbit              : Rajawali Pers
Tahun Terbit     : 2010
Tempat Terbit : Jakarta
Tebal                    : 322 halaman
Ilustrasi buku : cover warna hijau, isi buku hitam putih
1)            Buku Akhlak Tasawuf dalam prespektif ditulis oleh Prof.Dr.H.Abuddin Nata, MA pada tahun 2010 . Perlu dijelaskan disini, bahwa buku ini semula disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan bacaan dan rujukan bagi para mahasiswa yang mempelajari mata kuliah Akhlak Tasawuf baik dilingkungan Perguruan Tinggi Islam Negeri, Swasta maupun Perguruan Tinggi Umum lainnya. Muatan Buku ini sepenuhnya mengikuti Topik Inti Kurikulum Nasional Institut Agama Islam Negeri, Tahun 1995 yang disahkan Menteri Agama Republik Indonesia.
Namun karena isi buku ini memuat ajaran dan kaidah hidup yang Islami yang berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Sunnah dan pendapat para ulama yang masyhur maka disarankan juga berguna bagi masyarakat islam pada umumnya .







PEMBAHASAN


Bab 1
Pengertian, ruang lingkup dan manfaat mempelajari ilmu akhlak
a.      Pengertian ilmu akhlak
Kita dapat melihat 5ciri yang terdapat dalam perbuatan akhlak :
Pertama, perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang, sehingga telah menjadi kepribadian. Kedua, perbuatan akhlak adalah perbuatan yang tanpa landasan pemikiran. Ketiga, perbuatan akhlak adalh perbuatan yang timbul dalam diri manusia. Keempat,  perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan tanpa adanya sandiwara. Kelima, perbuatan akhlak adalah perbuatan yang ikhlas yang semata-mata karena Allah.
b.      Ruang Lingkup Pembahasan Akhlak
pokok-pokok masalah yang dibahas dalam ilmu akhlak pada intinya adalah perbuatan manusia. Banyak contoh perbuatan akhlak baik yaitu membangun masjid, membangun sekolah, membangun rumah sakit dll. Selanjutnya tidak pula dikatakan perbuatan akhlak yang alami . dalam hubungan ini Murthada mengatakan bahwa perbuatan alami tidak menjadikan pelakunya layak dipuji. Dengan demikian perbuatan sifat alami tidak termasuk perbuatan akhlaki, karena tidak dilakukan atas pilihan.
c.       manfaat mempelajari akhlak
·         Membersihkan hati dari hawa nafsu dan amarah
·         Sebagai panduan agar manusia mampu menilai baik/buruk
·         Membersihkan diri dari perbuatan maksiat
·         Mewarnai aktivitas hidup
·         Memberikan pedoman atau penerangan perbuatan baik/buruk.
Bab 2 hubungan ilmu akhlak dengan ilmu lainnya
PENDEKATAN  dan  HUBUNGAN  AKHLAK  dengan  ILMU-ILMU LAINNYA
a.      Hubungan ilmu akhlak dengan ilmu tasawuf
Para ilmu tasawuf membagi tasawuf menjadi 3 bagian yaitu tasawuf falsafi, tasawuf akhlaki, tasawuf amali . Ketiga macam itu bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara menjauhkan diri dari sikap tercela dan melakukan sikap terpuji.
b.      Hubungan ilmu akhlak dengan tauhid
Ilmu tauhid disebut pula ilmu kalam . hubungan antara ilmu akhlak dan tauhid ada 2 yaitu : Pertama, ilmu tauhid membahas masalah Tuhan dengan demikian ilmu tauhid akan mengarahkan perbuatan baik .
Kedua,ilmu tauhid menghendaki agar seseorang yang bertahuid tidak hanya tau atau menghafal rukun iman dan dalil-dalil saja tapi untuk diamalkan.
c.       Hubungan ilmu akhlak dengan ilmu  jiwa
Melalui jiwa dapat diketahui sifat-sifat psikologis yang dimiliki seseorang. Dengan demikian  ilmu jiwa mengarahkan pembahasan pada aspek batin manusia dengan cara mengeskpresikan perilakunya.
d.      Hubungan ilmu jiwa dengan ilmu pendidikan.
Tujuan pendidikan adalah terbentuknya seorang hamba yang patuh dan tunduk untuk melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta memiliki sifat yang mulia.
e.      Hubungan ilmu akhlak dengan filsafat
Filsafat adalah suatu upaya berfikir mendalam, menyeluruh, sistematik untuk menemukan hakikat mengenai segala sesuatu. Obyek pemikiran filsafat yang berkaitan dengan ilmu akhlak adalah tentang manusia.
Para filosof muslim memiliki pemikiran tentang manusia bagaimana terlihat dalm pemikirannya tentang jiwa. Memberikan petunjuk dalam pemikiran filsafat terhadap bahan-bahan atau sumber yang dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi konsep ilmu akhlak.

Bab 3 induk akhlak islami
Secara teoritis ada 3 macam akhlak yaitu : hikmah(bijaksana) , syaja’ah(perwira/kesatria) dan iifah(menjaga diri dari perbuatan dosa dan maksiat)
Inti akhlak pada akhirnya bermuara pada sikap adil(sikap pertengahan) dalam setiap apa yang dilakukan. Dari sikap adil dalammelakukan segala perbuatan akan menimbulkan sikap yang bijaksana. Dapat dikatakan bahwa Al-Qur’an jauh lebih lengkap dan dibandingkan seorang filosof lainnya.
Bab 4 sejarah pertumbuhan dan perkembangan ilmu akhlak
a.      Ilmu akhlak diluar agama islam
Pertumbuhan akhlak yang pertama di yunani yang dinamai Sophisticians yaitu orang-orang  yang bijaksana (500-450 SM) . dasar yang digunakan adalah pemikiran filsafat tentang manusia .
b.      Akhlak pada agama nasrani
Pada akhir abad ke3 M tersiarlah agama Nasrani di Eropa. Dengan demikian ajaran akhlak ini bersifat teo-centi(memusat pada Tuhan) dan Sufistik(bercorak batin).
c.       Akhlak pada Bangsa Romawi
Kehidupan masyarakat Eropa pada masa pertengahan dikuasai oleh Gereja. Ajaran akhlak pada masa ini adalah ajaran akhlak yang dibangun dari perpaduan antara ajaran Yunani dan Nasrani.
d.      Akhlak Pada Bangsa Arab
Bangsa Arab tidak mempunyai ahli filsafat pada masa jahiliyah, tapi pada masa itu bangsa arab mempunyai ahli hikmah dan ahli syair yang syair-syairnya memerintah agar berbuat baik .

AKHLAK PADA AGAMA ISLAM
Agama Islam intinya mengajak manusia agar percaya kepada Allah . agama Islam juga mengandung jalan hidup manusia yang paling sempurna dan memgajarkan kesejahteraan . Akhlak islam bercorak pada 2 yaitu : akhlak yang bercorak normati dan akhlak yang bercorak rasional dan cultural

Akhlak pada Zaman Baru
Pada akhir abad ke-15 M . Eropa ,mulai mengalami kebangkitan dalam bidang filsafat, ilmu pengetahuan dan taeknologi.

BAB 5 ETIKA, MORAL dan AKHLAK
a.      Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani . Etika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan perbuatan baik ataupun buruk
b.      Moral
Moral berasal dari bahasa latin . Moral adalah kebiasan atau adat istiadat atau batasan terhadap aktivitas yang dilakukan manusia dengan nilai baik atau buruk.
c.       Akhlak
Akhlak berasal dari bahasa arab . Akhlak adalah perbuatan yang dilakukan tanpa pemikiran karena akhlak insting yang dibawa manusia sejak lahir.
d.      Persamaan Etika, Akhlak dan Moral yaitu sama-sama membahas tentang prilaku manusia baik  maupun buruk.
BAB 6 BAIK dan BURUK
Baik adalah sesuatu perbuatan yang disukai kehadirannya oleh manusia . buruk adalah kebalikannya  dengan baik, jadi buruk itu ssesuatu perbuatana yang tidak disukai kehadirannya oleh manusia. Aliran-aliran filsafat yang mempengaruhi dalam penentuan baik dan buruk:
1.  Aliran Adat istiadat
     Perbuatan baik itu badalah perbuatan yang telah ditentukan oleh adat istiadat.
2.  Aliran Hdonisme
     Perbuatan baik itu adalah perbuatan  yang akan mendatangkan kelezatan, kenikmatan dsb.
3.  Aliran Humanisme
      Perbuatan baik  itu adalah perbuatan yang datang dari hati nurani
4.  Aliran Utilitarisme
     Perbuatan baik adalah perbuatan yang berguna untuk manusia dsb.
5.  Aliran Vitalisme
     Perbuatan baik adalah perbuatan yang mencerminkan kekuatan dalam hidup.
6.  Aliran Religiosisme
     Perbuatan baik adalah perbuatan dari kehendak tuhan atau yang ditetapkan tuhan.
7.  Aliran Evolution
     Perbuatan baik adalah perbuatan yang berangsur-angsur meningkat.
Sifat baik dan buruk itu bdapat berubah, Nisbi, tidak universal dan relatif
Bab 7 Kebebasan, tanggung jawab dan hati nurani

a.      Pengertian kebebasan.
Kebebasan adalah suatu tindakkan yang tidak dibatasi suatu tindakan. Setiap manusia mempunyai kebebasan namun kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan yang positif buakn kebebasan yang negative yang akan merusak diri seseorang.

b.      Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah keadanan yang wajib menanggung sesuatu. Dengan adanya kebebasan maka seseorang wajib bertanggu g jawab apa yang dia telah kerjakan.

c.       Hati Nurani
Hati nurani dimna manusia memperoleh saluran ilham dari Tuhan.

d.      Hubungan kebebasan, tanggung jawab dan Hati nurani
Karena danya kebebasan maka timbulah tanggung jawab, yaitu kebebasan yang diperbuat secara hati nurani dan moral harus dapat dipertanggung jawabkan . disinilah letak hubungannya kebebasan, tanggung jawab dan hati nurani.

Bab 8 Hak, kewajiban dan keadilan

a.      Pengertian Hak dan macam-macamnya
Hak adalah wewenang yang secara etis dapat memiliki sesuatu.
Macam-macam hak : factor yang merupakan hal(obyek) yang dimiliki dan hal yang berfaktor orang(subyek).

b.       Pengertian kewajiban
Kewajiban adalah Sesuatu yang harus dilakukan .
                                                      
c.       Keadilan
Keadilan adalah Pengakuan terhadap hak yang sah.

d.      Hubungan hak, kewajiban dan keadilan
Hubungannya adalah dengan terlaksananya hak, kewajiban dan keadilan maka dengan sendirinya akan mendukung terciptanya perbuatan yang baik.

BAB 9 AKHLAK ISLAMI
A.     PENGERTIAN AKHLAK ISLAMI
Akhlak islami adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah, disengaja, mendarah daging dan sebenarnya yang didasarkan pada ajaran islam.
B.     RUANG LINGKUP AKHLAK ISLAMI
a.       Akhlak Terhadap Allah
Akhlak kepada Allah dapat diartikan sebagai sikap atau perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai makhluk, kepada Tuhan sebagai Khalik.
b.       Akhlak Terhadap Sesama Manusia
Akhlak terhadap sesama manusia dapat mengendalikan nafsu amarah, mendahulukan kepentingan orang lain disbanding kepentingan pribadi.
c.       Akhlak Terhadap Lingkungan
Segala sesuatu yang disekitar manusia, baik binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun benda-benda tak bernyawa.
Dengan demikian akhlak islami itu jauh lebih sempurna disbanding dengan akhlak lainnya.

BAB 10 PEMBENTUKKAN AKHLAK
A.     ARTI  PEMBENTUKKAN  AKHLAK
Pembentukkan akhlak dapat diartikan sebagi usaha yang sungguh-sungguh untuk membentuk anak dengan menggunakan sarana pendidikan dan pembinaan dengan sungguh-sungguh.
B.     METODE PEMBINAAN AKHLAK
Konsep pembinaan akhlak ada 3 yaitu : Pertama, yaitu system yang menggunakan berbagai sarana peribadatan secara simultan untuk diarahkan pada pembinaan akhlak . Kedua, yaitu system yang dilakukan sejak kecil dan berlangsung secara continue . Ketiga, yaitu  system yang dilakukan dengan menggangap diri ini sebagai yang banyak kekurangan dari pada kelebihannya.
C.      FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBENTUKKAN AKHLAK
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukkan akhlak ada 3 aliran  yaitu : Pertama, menurut aliran Nativisme bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap pembentukkan diri seseorang adalah factor pembawaan dari dalam diri berupa kecenderungan, bakat, alat dan lain-lain. Kedua, menurut aliran Empirisme bahwa factor yang berpengaruh terhadap pembentukkan diri seseorang adalah faktor pembawaan dari luar diri berupa lingkungan maupun keluarga. Ketiga, menurut aliran Konvergensi adalah faktor pembawaan dari luar maupun dalam jadi faktor konvergensi adalah gabungan aliran nativisme dengan aliran empirisme.
BAB 11 ARTI, ASAL-USUL, dan MANFAAT TASAWUF
a.      Pengertian Tasawuf
Tasawuf adalah upaya melatih jiwa dengan berbgai kegiatan yang dapat membebaskan dirinya dari pengaruh kehidupan dunia, sehingga tercermin akhlak yang mulia dengan Allah SWT.
b.       Sumber Tasawuf
1.       Unsur Islam
Bersumber pada dorongan ajaran islam dan factor social dan sejarah kehidupan masyarakat pada umumnya.
2.       Unsur Luar Islam
2.1   Unsur Masehi
Unsur tasawuf diduga mempengaruhi tasawuf islam adalah sikap fakir . Menurut keyakinan nasrani bahwa Isa bin Maryam adalah seorang yang fakir.
2.2   Unsur Yunani
Filsafat adalah segala sesuatu yang asalnya dari akal manusia.
2.3   Unsur Hindu/Budha
Antara tasawuf dengan kepoercayaan hindu dapat dilihat adanya hubungan seperti sikap fakir, darwisy.
2.4   Unsur Persia
Tasawuf masuk ke Persia dengan jalur perdagangan.

BAB 12 Maqamat dan Hal
a.      Maqamat
Maqamat adalah jalan yang dilalui untuk dekat dengan Allah.  Uraian tentang Maqamat :
1.        Al-Zuhud
Berarti tidak ingin kepada sesuatu yang bersifat keduniawian. Zuhud termasuk pelajaran terpenting dalam rangka mengendalikan diri dari pengaruh kehidupan dunia.
2.       Al-Taubah
Berarti memohon ampun atas segala dosa dan menyertai janji tidak akan menggulangi perbuatan salahnya itu.
3.       Al-Wara’
Berarti menjauhi segala perbuatan yang tidak baik.
4.       Kekafiran
Tidak meminta lebih dari apa yang sudah kita dapatkan.
5.       Sabar
Berarti menjauhi diri dari hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah tetapi tenang ketika mendapat cobaan.
6.       Tawakkal
Berarti menyerahkan diri kepada Allah.
7.       Kerelaan
Berarti menerima keadaan dengan hati yang senang.
b.      Hal
Berarti anugerah dan rahmat dari Tuhan.

BAB 13 MAHABBAH
A.     PENGERTIAN , TUJUAN dan KEDUDUKAN MAHABAH
Mahabbah adalah mencintai secara dalam kepada Tuhan. Tujuan Mahabbah adalah untuk memperoleh kesenangan batiniah yang sulit dilukiskan dengan kata-kata, tetapi hanya dapat dirasakan jiwa. Kedudukan Mahabbah lebih tinggi dibandingkan ma’rifah.
B.     ALAT UNTUK MENCAPAI MAHABBAH
Para ahli tasawuf menjawab dengan menggunakan pendekatan psikologi yaiotu pendekatan yang melihat adanya potensi rohaniah yang ada dalam diri manusia.
C.      TOKOH YANG MENGGEMBANGKAN MAHABBAH
Tokoh yang terkenal adalah Rabi’ah al-Adawiyah.
D.     MAHABBAH DALAM AL-QUR’AN dan HADITS
Banyak ayat-ayat al-qur’an yang menyatakan nbahwa manusia dan tuhan saling bercinta. terdapat dalam surat ali imran ayat 30 dan surat al-maidah ayat 54.

BAB 14 MA’RIFAH
A.     PENGERTIAN , TUJUAN dan KEDUDUKAN MA’RIFAH
Ma’rifah adalah mengetahui rahasia-rahasia Tuhan melalui hati sanubari . Tujuannya untuk menunjukkan salah satu tingkatan pada tasawuf. Kedudukan Ma’rifah dibawah mahabbah , kalau ma’rifah membahas tentang pengetahuan sedangkan mahabbah tentang kecintaan.
B.     ALAT UNTUK MENCAPAI MA’RIFAH
Caranya dengan hati dan akal manusia.
C.      TOKOH YANG MENGGEMBANGKAN MA’RIFAH
Tokoh yang terkenal adalah Al-Ghazali dan Zun Al-Nun  Al-Misri .
D.     MA’RIFAH DALAM AL-QUR’AN dan HADITS
Ayat yang berhubungan dengan Ma’rifah adalah An-Nur ayat 40 dan Al-Zumar ayat 39.

BAB 15 AL FANA, AL-BAQA dan ITTIHAD
A.     PENGERTIAN , TUJUAN dan KEDUDUKAN AL FANA, AL-BAQA dan ITTIHAD
al fana adalah lenyapnya sifat-sifat basyariah , al-baqa adalah kekal sifat-sifat ketuhanan dan ittihadadalah penyatuan dengan Tuhan. Kedudukannya adalah merupakan hal, karena hal yang demikian tidak terjadi terus-menerus dan juga karena dilimpahkan oleh Tuhan.
B.     TOKOH YANG MENGGEMBANGKAN FANA, AL-BAQA dan ITTIHAD
Tokohnya adalah Abu Yazid al-bustami
C.      FANA, AL-BAQA dan ITTIHAD DALAM AL-QUR’AN dan HADITS
ayat yang berhubungan adalah surat al-kahfi ayat 110 dan surat ar-rahman ayat 26-27.

BAB 16 AL-HULUL
A.     PENGERTIAN , TUJUAN dan KEDUDUKAN AL HULUL
Hulul adalah tuhan memilih tubuh-tubuh manusia tertentu untuk mengambil tempat didalamnya setelah manusia dalam tubuh itu dilenyapkan. Tujuannya adalah mencapai persatuan secara batin.
B.     TOKOH YANG MENGGEMBANGKAN AL HULUL
Tokohnya adalah Husein bin Mansur al-Hallaj.

BAB 17 WAHDAT AL-WUJUD
A.     PENGERTIAN , TUJUAN WAHDAT AL-WUJUD
Wahdat al-wujud adalah bahwa manusia dan Tuhan pada hakikatnya adalah satu kesatuan yang ada. Tujuannya adalah tidak menggangu zat Tuhan dan tidak keluar dari agama Islam.
B.     TOKOH YANG MENGGEMBANGKAN WAHDAT AL-WUJUD
TOKOHNYA ADALAH Muhyiddin Ibn Arabi.

BAB 18 INSAN KAMIL
A.     PENGERTIAN INSAN KAMIL
Insan kamil adalah manusia yang sempurna.
B.     CIRI-CIRI INSAN KAMIL
1.       Berfungsi akalnya secara optimal
2.       Berfungsi intuisinya
3.       Mampu menciptakan budaya
4.       Menghiasi diri dengan sifat-sifat ketuhanan
5.       Berakhlak mulia
6.       Berjiwa seimbang

BAB 19 TARIKAT
A.     PENGERTIAN DAN TUJUAN TARIKAT
Tarikat adalah jalan yang harus dilalui seorang sufi untuk mencapai kedekatan dengan tuhan. Tujuannya untuk mendapatkan pancaran nur Tuhan kedalam hati manusia.
B.     TARIKAT YANG BERKEMBANG DI INDONESIA
Tarekat Shuhrawardiyah misalnya dinisbahkan pada Diya al-Din Abu Najib al-Suhrawardi. Qadariyah dinisbahkan pada Abdul Qadir Jaelani . Rifaiyah dinisbahkan pada Ahmad Ibn Rifa’I , Jasafiyah dinisbahkan kepada Ahmad Jasafi, Sadziliyah dinisbahkan pada Abu Madyan Shuhaib, Mauliayhn dinisbahkan pada Jalaluddin Rumi.
C.      TATA CARA PELAKSANAAN TARIKAT
1.       Zikir
2.       Ratib
3.       Muzik
4.       Menari
5.       Bernafas
BAB 20 PROBLEMATIKA MASYARAKAT MODERN DAN PERLUNYA AKHLAK TASAWUF
A.     PENGERTIAN MASYARAKAT MODERN
Mayarakat modern adalah orang yang hidup dimasa aturan yang baru.
Cirri-cirinya:
1.       Bersifat rasional
2.       Berfikir untuk masa depan
3.       Menghargai waktu
4.       Bersikap terbuka
5.       Bersifat obyektif
B.     PROBLEMATIKA MASYARAKAT MODERN
Bagi kelompok yang optimis kehadiran revolusi tekhnologi justru menguntungkan/ memberikan dampak positif sedangkan kelompok yang pesismis kehadiran revolusi tekhnologi justru merugikan / memberikan dampak negatif. Problematika masyarakat modern :
1.       Desintegrasi Ilmu Pengetahuan
2.       Kepribadian Yang Terpecah
3.       Penyalahgunaan Iptek
4.       Pendangkalan Iman
5.       Pola Hubungan Materialistik
6.       Menghalalkan Segala Cara
7.       Stress dan Frustasi
8.       Kehilanggan Harga Diri dan Masa Depannya
C.      PERLUNYA PENGEMBANGAN AKHLAK TASAWUF
Tujuannya untuk memperoleh hubungan langsung dengan tuhan. Tasawuf dapat melatih manusia agar memiliki ketajaman batin dan kehalusan budi pekerti. Tasawuf akan membawa manusia meiliki jiwa istiqamah , jiwa yang selalu disi dengan nilai-nilai ketuhannan. Tawakal pada tuhan memiliki pegangan kokoh , dapat mengatasi sikap stres



























PENUTUP


Akhlak merupakan hiasan diri membawa keuntungan bagi yang mengerjakannya dan disukai Allah serta makhluk lainnya. Akhlak yang diajarkan islam berdasarkan nilai-nilai mutlak yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits . namun dalam pelaksanaan akhlak memerlukan ijtihad para ulama.
Melalui bimbingan akhlak yang baik dengan orang tua sebagai peran utamanya manusia akan dihantarkan pada tingkah laku yang mulia.  Pemikiran dalam bentuk etika, moral dan akhlak menjabarkan ketentuan akhlak yang bersifat mutlak, universal dan general sesuai yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadits.
Tasawuf dibangun oleh para sufi untuk dijadikan nilai-nilai luhur yang berhubungan erat dengan pembinaan akhlak oleh sebab itu tasawuf disandingkan dengan ilmu akhlak. Banyak para ilmuan yang mengatakan tasawuf mengandung unsure penyimpangan namun sebagian ulama membuktikan bahwa tasawuf berkaitan dalam Al-Qur’an dan Hadits.
Dalam kehidupan modern harus mempunyai sifat yang mendasar kepada ilmu akhlak tasawuf. Sebagai ilmu ijtihad ulama, akhlak tasawuf sama dengan ilmu lainnya ada kekurangan dan kelemahan dan keganjilan namun disana ada kelebihan , kekuatan dan keistimewaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar